Kehilangan 1 Malaikat Penjaga
23 tahun yang lalu ada sepasang penjaga yang diutus Tuhan untuk dikaruniai bidadari kecil yg akan diberi nama Bitania devi barita. Ketika saya kecil,saya memanggil mereka mama dan papa. Bita kecil sangat manis dan didikan dua malaikat penjaga itu sangat berperan dikehidupannya yg sekarang. Ketika remaja emosi saya bergejolak.
Saya merasa mereka sudah mulai enggan menjaga saya dan menuntun saya,krna mama dan papa tinggal jauh dan kami tidak bisa bersama-sama. Mereka menitipkan saya pada penjaga yg lain,sy lebih sering memanggilnya "mbah putri". Sebenarnya kenapa mulai dari umur 10 tahun mereka sudah tega tidak mendampingi segala aktifitas saya?begitu banyak pergolakan yg terjadi sampai saya menjadi gadis remaja yg suka berontak,saya terlalu mengikuti teman2,tapi untungnya iman saya sudah terbentuk karna lingkungan sy mengajarkan untuk slalu takut akan Tuhan seberapa km nakal atau memberontak pada manusia.
Bita remaja mulai sering bohong,sering mencari kesenangan duniawi bersama teman2nya,dan melakukan hal2 yg tidak begitu penting di masa skolahnya. Kemudian waktu terus berlalu,karakter bita terbentuk atas kasih sayang luarbiasa mama dan papa yg mungkin selama ini tidak bisa langsung melihat perkembangan anaknya.
Tapi segala hal diupayakan agar sang anak tidak pernah merasa kekurangan..kedekatan bita dan orangtuanya mengalahkan kedekatan anak dan orangtua yg tinggal satu atap sekalipun.
Ketika Tuhan berpikir saya cukup kuat untuk berdiri sendiri,Tuhan mengambil salah satu dari penjaga yg sangat sangat sangat saya sayangi. Papa.
Dalam pikiran manusia biasa saya pikir ini terlalu cepat sehingga saya belum siap. Tapi semua hal diijinkan terjadi olehNya.. hati saya hancur,saya kehilangan sosok yg selama ini saya andalkan,paling mempercayai saya lebih dari siapapun,paling mengerti dan mengenal saya,dan saya pun sangat menjadikan papa pegangan dihidup ketika dunia begitu jahat.
Saya tidak menyesali apapun..saya sudah ikhlas menerima semua ini,saya sedih ketika saya belum sempat membahagiakan papa dan semasa hidupnya beliau begitu bekerja keras untuk keluarga..
Tapi satu hal,saya bangga menjadi anaknya. Maka jangan pernah kalian mengecewakan hati orangtua sedikitpun. Dengan perbuatan apapun,karna dosa yg ditanggung akan sangat besar. Papa,semoga papa tenang bersama Yesus. Sampai bertemu dikehidupan kekal ya kekasih hatiku yg tak tergantikan..
Saya merasa mereka sudah mulai enggan menjaga saya dan menuntun saya,krna mama dan papa tinggal jauh dan kami tidak bisa bersama-sama. Mereka menitipkan saya pada penjaga yg lain,sy lebih sering memanggilnya "mbah putri". Sebenarnya kenapa mulai dari umur 10 tahun mereka sudah tega tidak mendampingi segala aktifitas saya?begitu banyak pergolakan yg terjadi sampai saya menjadi gadis remaja yg suka berontak,saya terlalu mengikuti teman2,tapi untungnya iman saya sudah terbentuk karna lingkungan sy mengajarkan untuk slalu takut akan Tuhan seberapa km nakal atau memberontak pada manusia.
Bita remaja mulai sering bohong,sering mencari kesenangan duniawi bersama teman2nya,dan melakukan hal2 yg tidak begitu penting di masa skolahnya. Kemudian waktu terus berlalu,karakter bita terbentuk atas kasih sayang luarbiasa mama dan papa yg mungkin selama ini tidak bisa langsung melihat perkembangan anaknya.
Tapi segala hal diupayakan agar sang anak tidak pernah merasa kekurangan..kedekatan bita dan orangtuanya mengalahkan kedekatan anak dan orangtua yg tinggal satu atap sekalipun.
Ketika Tuhan berpikir saya cukup kuat untuk berdiri sendiri,Tuhan mengambil salah satu dari penjaga yg sangat sangat sangat saya sayangi. Papa.
Dalam pikiran manusia biasa saya pikir ini terlalu cepat sehingga saya belum siap. Tapi semua hal diijinkan terjadi olehNya.. hati saya hancur,saya kehilangan sosok yg selama ini saya andalkan,paling mempercayai saya lebih dari siapapun,paling mengerti dan mengenal saya,dan saya pun sangat menjadikan papa pegangan dihidup ketika dunia begitu jahat.
Saya tidak menyesali apapun..saya sudah ikhlas menerima semua ini,saya sedih ketika saya belum sempat membahagiakan papa dan semasa hidupnya beliau begitu bekerja keras untuk keluarga..
Tapi satu hal,saya bangga menjadi anaknya. Maka jangan pernah kalian mengecewakan hati orangtua sedikitpun. Dengan perbuatan apapun,karna dosa yg ditanggung akan sangat besar. Papa,semoga papa tenang bersama Yesus. Sampai bertemu dikehidupan kekal ya kekasih hatiku yg tak tergantikan..


Komentar
Posting Komentar