Off Kerja di Bulan ke-7
Tulisan ini sama sekali bukan latepost. Per tanggal 1 Maret 2017 mama fix sudah off dari dunia per X-Ray an. Whats? Buat yg belum tau,kenalkan. Profesiku adalah Radiografer. Tenaga kesehatan dibidang Radiologi. Saat keterima kerja ternyata itulah Haid terakhirku. Jadi usia kandunganku sama persis dengan lama aku bekerja. Apa tidak bahaya kerja di medan radiasi disaat awal kehamilan, apalagi saat itu di klinik hanya aku seorang radiografernya. Benar benar tidak ada partner. Jadi sebenarnya jika keamanan radiasi dilingkungan petugas sudah aman maka tidak perlu khawatir tentang radiasinya. Lagipula jika di klinik pasien yg dikerjakan hanya pemeriksaan standar Medical Check up. Yg notabene radiasinya tidak perlu dikhawatirkan. Tapi tetap saja,aku harus ekstra hati hati dalam menjaga kandunganku karena ini adalah anak pertamaku. Yang terbaik lah pokoknya. Menjaga bukan berarti berhenti melakukan segala sesuatu kan? Menjaga adalah ketika kita beraktifitas kita tau batas lelah sehingga sebelum kita lelah kita harus istirahat. Makan sebelum lapar dan pulang tepat waktu. Hehehe. Tidak sedikit pasien juga yang menanyakan tentang hal ini..bahayakah..karena momok radiasi yg sudah terlanjur berkembang di masyarakat awam seolah kita pekerja radiasi harus off jika sedang hamil. Lalu bagaimana kabar teman teman radiografer yg bekerja di RS dan masih harus mengalami dinas malam? Lebih berat bukan.. Apakah RS yg seperti itu ada? Jelas ada. Makanya kuceritakan. Kasihan? Tidak juga,karena pasti dari awal dia sudah tau dan menyetujui.
6 bulan berlalu dan perut semakin besar. Gerakan makin lambat dan sudah mulai lelah untuk naik turun tangga. Dan waktu ini tiba. Kontrak 6 bulan habis di 28 Februari 2017. Thanks God, I have done. Aku sudah melakukan yg terbaik. Aku bekerja sesuai keinginanku sendiri dan aku berhenti karena pilihanku juga. Tidak banyak orang bisa begini. Masuk dan berhenti kerja semaunya. Tapi rejeki ku memang disini. Dirumah, menyemangati kembali suami yg bekerja. Suamiku bangga padaku. Akupun tidak berkecil hati jika pada akhirnya aku hanya akan menjadi Ibu rumah tangga. Karena ini adalah pekerjaan yg sangat mulia. Ibuku membesarkan ketiga anak perempuannya dari rumah. Tidak bekerja. Dan jadilah gadis sepertiku,adik dan kakakku. Kami bangga punya ibu yg tidak bekerja. Semoga kelak anakku juga akan bangga terhadap pilihan ibunya saat ini.
Sempat juga ditanya oleh atasan apakah ada rencana untuk bekerja kembali. Tapi dengan mantap aku menjawab,untuk 1 atau 2 tahun kedepan TIDAK. Sampai aku benar benar yakin untuk bekerja kembali dan meninggalkan anakku. Bita bisa gak itu ngurus anak doang?Secara aku terkenal cuek dan gak suka sama hal hal yg repot. Doakan aku bisa! Dan semoga emg beneran bisa.. karena sesungguhnya HARUS bisa.
Dan hari hari ini aku benar benar menikmati kesendirianku dan waktuku dirumah. Aku bisa menyiapkan sarapan untuk suamiku. Aku bisa masak buat diriku sendiri yg 3 jam sekali merasa lapar. Huffft. Dan aku bisa benar benar menikmati pertumbuhan serta gerakan janinku didalam perut yg semakin aktif! Hey baby kuuu... Gak sabar bertemu denganmu anakku. Semoga sehat dan normal semua yah. Semoga lancar sampai pada waktunya kamu dilahirkan,dan btw sampe sekarang mama blm tau papamu mau kasih nama km siapa nak 😆
Dan terakhir, jangan khawatir soal rejeki. Semoga Tuhan mencukupkan kebutuhan kami disini. Semoga papa radit kuat dan sehat terus sehingga bisa penuhin semua kebutuhan adek besok. Amin...
Komentar
Posting Komentar