Perburuan DSOG

Setelah menikah dan memutuskan untuk hijrah ke ibukota, kami benar benar menata hidup kami berdua tanpa ada campur tangan orang lain. Semuanya baru bagiku. Rumah baru (masih kontrak dan harga pertahunnya lumayan juga), perabot rumah baru, lingkungan baru (kondisi sangat berbeda dengan semarang karena seperti gak punya tetangga disini) dan pekerjaan baru. Bita yang sudah nganggur selama hampir 2 bulan ternyata gak begitu betah karena harus dirumah sendiri. Pekerjaan rumah banyak yg bisa dikerjain, tapi tetap saja naluri wanita yg sudah biasa bekerja ingin bersosialisasi dengan org lain dan juga mengembangkan diri biar ilmunya tetap bisa disalurkan untuk masyarakat. Puji Tuhan punya suami yg selalu membebaskan istrinya untuk memilih. Mau langsung kerja atau dirumah dulu fokus program hamil. Nyatanya,tanpa diprogram dokter pun (gue program sendiri pake kalender) aku diberi kehamilan bersamaan dengan bulan pertama aku bekerja. How lucky me ^^ 
Yang penting waktu wawancara aku jujur bilang belum hamil,tapi tidak menunda. Dan waktu kontrak 6 bulan pun kurasa cukup untuk aku mengumpulkan sedikit tabungan untuk kebutuhan ku sendiri dan mama di semarang. Karena rejeki papa radit sudah lebih dari cukup untuk hidup disini. Akhirnya bita bekerja di klinik yg tidak ada shift malamnya, dan pasien tidak terlalu banyak. Tapi mobilitas tetap tinggi,itulah yg dikhawatirkan papadit di kehamilan pertamaku. 

Mamita orangnya santai, apapun yg harus dijalani ya harus dijalani dengan sebaik baiknya. Mungkin sebenarnya papa berharap istrinya ini punya banyak waktu istirahat di kehamilan pertamanya ini, apalagi kami tau ada "sesuatu" yg nempel ditempat yg tidak seharusnya di saluran ovariumku. Kami bukan parnoan, tapi lebih kearah more safety.. menjaga lebih ketat dari orang2 pada umumnya. Akhirnya dengan hasil tespack yang sudah menunjukan 2 garis seperti ini:


Ada tugas yg harus mom to be lakukan. 
1. Segera cari tahu dsog dan rs yg pro normal dan pro ASI di Jakarta.
2. Jangan high expectation sebelum USG. Karena kalau jatuh sakit rasanya. Calm down. Yg penting bersyukur hormon hcg ku udah tinggi. Selanjutnya serahkan sama Tuhan.
3. Atur segera pola makan. Yg tadinya cuma doyan susu coklat ultra, sekarang harus rutin minum susu hamil. Oia kemarin memang sebelum hamil aku minum prenagen esensis.. tapi gak teratur hehehee.

Ternyata mencari dan percaya sebelum bertemu sang dokter di Jakarta susah juga. Kebetulan banyak teman disini tapi didaerah Jakarta Selatan. Rumah mereka diluar jakarta jadi pasti memilih dsog yg dekat rumah. Atau kalau tanya teman kerja kebanyakan menyarankan di RS Hermina Jatinegara. Bingung lagi bingung lagi.. Hushh, mau jadi mamak ga boleh bingungan. Yang penting suami disodorin pilihan juga..yakin yg milih tetep mamake. Hihihi. Dengan modal browsing dan blogwalking selama beberapa hari akhirnya memutuskan untuk cari dulu RS nya, baru pilih dsog nya. Mata dan hati tertuju pada RS St. Carolus yang memang hanya kurang lebih 2km dari rumah. Sebelum nemu suam udah tanya tanya gimana udah milih atau dapat rekomendasi dari temen belum.. Lalu mamita balikin ke suam, coba aja tanya temen2 kantor yg udah pengalaman melahirkan, toh rumahnya gak pada jauh2 amat kayak rumah temen aku diklinik. Ternyata rekomendasinya RSIA Bunda dan BWCH. Wow rekomen yang mahal ya kayaknya. Hoho

Setelah pake insting mamita, terpilihlah dr. Seno Adjie,Sp.OG yg praktek di carolus tiap hari Sabtu sore. Ini di pas2in ke jadwal kita bisa periksa bareng aja..biar simple dan gak ribet atur jadwal secara kalo mau cari dokter yg praktek dihari selain sabtu bakal sendirian tanpa suam kali periksanya..
Sebelumnya sempat browsing tentang dokter ini. Beliau juga praktek di rscm dan beliau pengajar di Univ Indonesia jur kedokteran.. aku kok kayaknya sreg sama nama Jawanya. Kelihatannya orangnya pendengar yg baik, dan yg pasti pinter lah ya..secara udah senior dan dosen juga. (Mulai pake cara kira kira yg suam gak setuju kalo pake cara begitu.. Hahahaa)
Papa yg perfeksionis, Mama yg fleksibel. Akan menghasilkan keturunan seperti apakah nanti yaa..
Semoga apa yg papa dan mama usahakan buatmu jadi yg terbaik ya nak. Sehat terus,pinter terus..pokoknya kita berjuang sama sama dek. Mama sangat menikmati masa masa ini.. 

Komentar

Postingan Populer